QrEn’S bLoG

Mengatasi Jerawat…mau?

Kategori: Kesehatan - ekaqren @ 3:11 pm

March 6, 2008

Mempunyai wajah mulus…siapa sih yang ngga mau. Baik itu wanita ataupun pria ingin memiliki wajah mulus tanpa ada jerawat. Saya mempunyai tips untuk mengatasi jerawat yang cukup mudah. Apabila diwajah sudah ada jerawat…cobalah ambil kentang dan iris kentang tersebut tipis-tipis (kentang jangan dicuci) lalu tempelkan irisan kentang itu di wajah yang berjerawat. Kenapa kentang jangan dicuci….karena getah yang terkandung dikentang tersebut yang dapat membuat jerawat menjadi kering dan akhirnya menghilang dari wajah kita. Lakukan itu sesering mungkin agar jerawat lekas hilang…tapi kentangnya kalo udah dipakai dibuang yaaa.? jangan dipakai untuk masak. Nah…kalo wajah anda sudah tidak berjerawat lagi, anda dapat melakukan pencegahan dengan menggunakan irisan tomat untuk mencuci muka anda. Irisan tomat tersebut digosokkan pada wajah anda. Memang agak perih sih…tapi nanti juga biasa kok. Kalo ngga ada tomat, anda bisa menggantikannya dengan asam kanji (biasa buat rujak). Asam diberi air agar basah, kemudian gosok-gosokan kewajah anda dengan gerakan memutar. Nah…kalo anda rutin melakukannya…dijamin mulus dan licin, kenyal kulit wajah anda. Selamat mencoba…

Sumber: http://www.pintunet.com/lihat_opini.php?pg=2008/01/08012008/69764


Paralysis Nocturna

Kategori: StoRy, Kesehatan - ekaqren @ 10:11 am

February 18, 2008

Temen-temen pernah nggak waktu tidur ngalamin Ketelindihan, Ketindihan, Lap-lap an, erep erep, atau apalah itu? nah kalau di bahasa biologinya sih paralysis nocturna, itu tuh perasaan tertindih saat tidur dan kita sadar kalau kita itu nggak tidur tapi anehnya nggak bisa bangun, mau diterusin ngeri… nih aku ada artikelnya, aku ambil dari sini
yang jelas semalam aku ngalamin ini, sampai aku berteriak untuk minta tolong, untungnya teriakanku terdengar sama ibuku jadi ibuku membangunkanku, disusul adik dan ayahku.. hehhehe.. malem-malem bikin heboh serumah…
selamat membaca yaa..
Pernahkah anda mengalami “Ketindihan”?
Pernahkah anda tidur, kemudian anda merasa terjaga dari tidur namun tidak memiliki kemampuan untuk bergerak? Itulah “Ketindihan” (menurut kebanyakan orang).
Ketindihan adalah kata yang seringkali diungkapkan untuk menganalogikan suatu keadaan ketidakmampuan bergerak atau ketidakmampuan kontrol terhadap otot-otot tubuhnya pada saat terjaga (atau merasa terjaga) dari tidur.
Kebanyakan orang menghubungkan kejadian tersebut dengan gangguan Jin namun sebagian lagi hanya menghubungkannya dengan sirkulasi darah yang tidak teratur akibat salah posisi dalam tidur.
Bagi para ahli kedokteran dan psikologi kejadian ini mereka sebut dengan “Sleep Paralysis”.
“Sleep Paralysis” memiliki gejala-gejala sebagai berikut :
1. Ketidakmampuan menggerakkan tubuh dan otot saat tidur atau terjaga dari tidur.
2. Kadangkala disertai halusinasi dan kejadian seperti mimpi.
3. Kadangkala terjadi beberapa kali atau berulangkali dalam satu periode tidur.

Apakah Berbahaya?
Ketindihan awalnya seringkali dihubungkan dengan ”narcolepsy”. Kondisi neurologik dimana seseorang tidak mampu mengontrol tubuhnya saat tidur dan kadangkala bergerak dengan sendirinya. Akan tetapi kemudian muncul klaim bahwa Ketindihan (Sleep Paralysis) juga terjadi pada orang yang tidak memiliki kasus ”narcolepsy”. Walaupun sebagian orang merasa khawatir dan takut saat kejadian, namun menurut para Ahli hal ini tidaklah membahayakan.

Pada beberapa kasus, seseorang merasa ada orang lain bersamanya, atau ada orang duduk disampingnya atau yang menekan dan menindihnya. Bahkan sebagian orang melaporkan ada makhluk berbaju hitam dan rambut gondrong berada didekatnya (Nah lho..!)

Penelitian Stanford menunjukkan bahwa :
1. Beberapa orang yang memiilki kebiasaan tidur tidak teratur seringkali mengalami ”Sleep Paralysis”.
2. Sebuah study menunjukkan bahwa 35% orang yang biasa mengalami ”Sleep Paralysis” juga kadangkala mengalami kepanikan saat bangun tidur atau terjaga baik akibat mimpi ataupun kebisingan.
3. 16% orang yang biasa mengalami ”Sleep Paralysis” juga terbukti mudah panik. (presentasenya tidak cukup kuat untuk dihubungkan memang…)

Bagaimana mencegahnya ?

Pencegahan ketindihan dapat dimulai dengan mengatur pola tidur yang sehat, antara lain :
1. Tidur yang cukup, tidak berlebihan.
2. Hindari tidur di waktu pagi dan sore.
3. Olahraga teratur (hindari waktu olahraga yang berdekatan dengan waktu tidur)
4. Kurangi stress
5. Tidur dengan waktu yang teratur
6. Jangan lupa berdoa sebelum tidur


Low Back Pain

Kategori: Kesehatan - ekaqren @ 12:06 pm

February 12, 2008

aku mau nampilin tentang sakit pinggang lagi nih…

Low Back Pain (LBP) adalah rasa nyeri yang terjadi di daerah pinggang bagian bawah dan dapat menjalar ke kaki terutama bagian sebelah belakang dan samping luar. Keluhan ini dapat demikian hebatnya sehingga pasien mengalami kesulitan dalam setiap pergerakan (salah tingkah) dan pasien harus istirahat serta dirawat di rumah sakit.

Keluhan lob back pain ini ternyata menempati urutan kedua tersering setelah nyeri kepala. Dari data mengenai pasien yang berobat ke poliklinik Neurologi menunjukkan bahwa jumlah pasien diatas usia 40 tahun yang datang dengan keluhan low back pain ternyata jumlahnya cukup banyak. Di Amerika Serikat lebih dari 80% penduduk pernah mengeluh low back pain dan di negara kita sendiri diperkirakan jumlahnya lebih banyak lagi.

Mengingat bahwa low back pain ini sebenarnya hanyalah suatu simptom / gejala, maka yang terpenting adalah mencari faktor penyebabnya agar dapat diberikan pengobatan yang tepat.

Sebab-sebab terjadinya LBP

Pada dasarnya timbulnya rasa sakit adalah karena terjadinya tekanan pada susunan saraf tepi daerah pinggang (saraf terjepit). Jepitan pada saraf ini dapat terjadi karena gangguan pada otot dan jaringan sekitarnya, gangguan pada sarafnya sendiri, kelainan tulang belakang maupun kelainan di tempat lain, misalnya infeksi atau batu ginjal dan lain-lain.

SPASME OTOT (ketegangan otot) merupakan penyebab yang terbanyak dari LBP. Spasme ini dapat terjadi karena gerakan pinggang yang terlalu mendadak atau berlebihan melampaui kekuatan otot-otot tersebut. Misalnya waktu sedang olah raga dengan tidak kita sadari kita bergerak terlalu mendadak dan berlebihan pada waktu mengejar atau memukul bola (badminton, tennis, golf, dll). Demikian juga kalau kita mengangkat benda-benda agak berat dengan posisi yang salah, misalnya memindahkan meja, kursi, mengangkat koper, mendorong mobil, bahkan pada waktu kita dengan sangat gembira mengangkat anak atau cucu kita akan dapat terjadi LBP. Pengapuran tulang belakang disekitar pinggang yang mengakibatkan jepitan pada saraf yang bersangkutan dapat mengakibatkan nyeri pinggang yang hebat juga.

HNP (Hernia Nukleus Pulposus) yaitu : terdorongnya nucleus pulposus suatu zat yang berada diantara ruas-ruas tulang belakang, kearah belakang baik lurus maupun kearah kanan atau kiri akan menekan sumsum tulang belakang atau serabut-serabut sarafnya dengan mengakibatkan terjadinya rasa sakit yang sangat hebat. Hal ini terjadi karena ruda paksa (trauma/kecelakaan) dan rasa sakit tersebut dapat menjalar ke kaki baik kanan maupun kiri (iskhialgia). Adapun sebab lain yang perlu kita perhatikan adalah: tumor, infeksi, batu ginjal, dan lain-lain. Kesemuanya dapat mengakibatkan tekanan pada serabut saraf.

Hendaknya jangan dilupakan adanya stress mental yaitu : suatu keadaan kejiwaan yang menyebabkan pasien tersebut merasa sangat tertekan. Penseritaan kejiwaan stress ini gejala klinisnya dialihkan menjadi LBP, walaupun sebelumnya telah ada faktor-faktor kelemahan dari susunan organ-organ di punggung.

PENATALAKSANAAN

Penatalaksanaan yang terbaik adalah menghilangkan penyebabnya (kausal), walaupun bagi pasien yang terpenting adalah menghilangkan rasa sakitnya (simptomatis). Jadi kita menggunakan kombinasi antara pengobatan kausal dan simptomatis. Untuk mencari penyebab yang tepat disamping pemeriksaan foto rontgen poros tulang belakang, kadang-kadang diperlukan pemeriksaan khusus misalnya Scanning, MRI, dll.

Pada LBP karena tegang otot dapat dipergunakan SIRDALUD (Tizanidine) yang berfungsi untuk mengendorkan kontraksi otot tersebut (muscle relaxan). Untuk pengobatan simptomatis lainnya kadang-kadang memerlukan campuran antara obat-obat analgesic, anti inflamasi, NSAID, penenang, dll. Apabila dengan pengobatan biasa tidak berhasil mungkin fisioterapi (rehabilitasi) dengan alat-alat khusus maupun dengan traksi (tulang belakang ditarik). Tindakan operasi mungkin diperlukan apabila pengobatan dengan fisioterapi ini tidak berhasil misalnya pada HNP atau pada pengapuran yang berat. Jadi penatalaksanaan LBP ini memang cukup kompleks. Disamping berobat pada Neurolog (spesialis Penyakit Saraf), mungkin juga diperlukan untuk berobat ke internist. Bedah Saraf, Bedah Orthopedi bahkan mungkin perlu konsultasi pada Psikiater atau Psikolog.

MENCEGAH LEBIH BAIK DARI PADA MENGOBATI

Agar kita tetap sehat, khususnya agar tidak terkena LBP walaupun usia sudah lanjut, perlu dilakukan hal-hal sebagai berikut :

1. Olah raga yang teratur dimana frekuensi / jumlah dan intensitasnya harus cukup,
jangan berlebihan. Bagi yang berbakat LBP, dianjurkan untuk berenang, dan sebaiknya
jangan meloncat-loncat.
2. Mengatur makanan dengan menghindari makanan-makanan yang mengandung banyak
lemak, asam urat, dll, agar memperlambat terjadinya pengapuran tulang belakang.
Disamping itu usahakan jangan sampai terjadi kelebihan berat badan.
3. Hidup dalam lingkungan yang sehat dengan udara yang bersih dan menghindari
polusi yang berlebihan.
4. Hidup yang teratur, mengatasi stress, serta menjalani hidup dan beragama dengan
sungguh-sungguh.

Dengan cara-cara tersebut diatas, mudah-mudahan kita tetap dalam keadaan sehat dan mudah-mudahan Allah SWT selalu melindungi kita semua.

Sumber : Buletin Rumah Sakit Pondok Indah


Blog ini dipersembahkan oleh Blogsome dan dimodifikasi oleh pemiliknya