Laskar PElangi
October 13, 2008

Minggu ini aku dan haries memang berencana untuk nonton film yang sedang booming bulan ini… kami berniat nonton Laskar Pelangi… dari gossip yang ada, penonton bejubel dan untung2an bisa dapet tiketnya.. makanya kita pergi setelah film itu beredar agak lama. Kami berangkat dari rumah jam satu siang dan berniat nonton yang jam 3 sore, dan benar.. sesampainya di penjual tiket, hampir seluruh kursi sudah terisi, tinggal 3 tempat yang masih kosong, selebihnya kursi yang di dekat layar yang masih kosong. Kami mendapat tiket sekitar jam setengah 2… dan kebetulan hari selasa nanti aku ada test di BPPK, jadinya aku dan haries pergi untuk mencari lokasi, kami berputar arah dan akhirnya bisa menemukan lokasi BPPK yang berada di Jl. Purnawarman No.99. kamipun kembali ke Hollywood KC untuk nonton.
Di sana sudah ada ratusan orang menunggu film tayang, dan benar saja. Saat pintu studio dimana laskar pelangi akan diputar belum dibuka, sudah berderet para penonton yang memegang tiket di depan pintunya, aku dan haries hanya memperhatikan dari jauh, kami nggak mau ikutan ngantri, lagian pasti kami bisa masuk, jadi kami tunggu agar antrian agak sepi.
Di sini aku nggak mau nyeritain jalan ceritanya laskar pelangi, aku mungkin Cuma mau nyoba nyeritain nilai yang ada, berhubung emang aku belum baca novelnya, karena belum punya yang bentuk fisiknya, aku sangat terkesan dengan film ini, pada awal2 cerita kita memang disuguhkan dengan berbagai kelucuan yang biasa anak2 kecil lakukan di masa sekolahnya. Dan klimaks film ini terjadi saat film ini akan selesai.
Di film ini kita diajarkan untuk menghargai sekolah, banyak dari kita yang tidak menghargai sekolah, seringkali kita sekolah hanya karena orang tua kita menyuruh sekolah, tapi tidak untuk anggota laskar pelangi ini, mereka memang disuruh orang tua mereka sekolah, tapi ketika sekolah mereka terancam bubar karena kepala sekolah mereka meninggal, dan guru satu2nya disekolah itu tidak mengajar, mereka tetap semangat untuk sekolah dan mereka berinisiatif untuk belajar, aku sangat terkesan oleh salah satu tokoh yang bernama Lintang.
Seorang anak nelayan yang harus melewati berbagai halangan untuk sampai di sekolahnya, ia harus berangkat paling pagi dari teman2nya untuk sekolah, karena rumahnya sangat jauh dari sekolah, ia hanya menggunakan sepedanya untuk sekolah, dan setiap hari ia harus menunggu buaya lewat untuk bisa melanjutkan perjalanannya, hujan dan panas tidak mengurungkan niatnya untuk sekolah, ia sangat haus akan ilmu. Tapi cita2nya kandas saat ayahnya pergi melaut dan tak kunjung pulang, padahal hari itu ia baru saja memenangkan lomba cerdas cermat. Coba kita tengok lagi diri kita, kadang gara2 hujan saja kita tidak sekolah, pilek sedikit nggak sekolah. Aku jadi sangat tersentuh dengan adegan itu, sampai aku menulis cerita inipun aku masih sempat menangis.
Pokoknya teman2 nggak akan nyesel nonton film ini, sang sutradara mengemas film ini begitu natural dan begitu alami, khas anak kecil yang polos dengan berjuta cita2 mereka… dan tinggalah lintang dengan cita2nya yang kandas karena ayahnya meninggal.. padahal ia adalah anak yang paling pintar di seolahnya, mari teman.. kita semua hargai kesempatan kita untuk bersekolah, orang tua kita tidak sedikit menaruh harapan agar anaknya kelak bisa bersekolah dan menjadi seseorang yang berhasil nantinya… kita jangan pernah menyia2kan kesempatan ini.
Aku jadi teringat dengan diriku sendiri yang sampai detik ini merasa belum bisa membuat kedua orang tuaku bangga dengan diriku, jujur saja, memang aku termasuk anak yang tidak pintar di sekolahku, satu hal yang sangat aku inginkan saat ini adalah membuat kedua orang tuaku bangga denganku, semoga aku bisa mewujudkan mimpi ini…..









ciye….
yang nonton laskar pelangi…
tapi mang film ny bagus kog…
btw, emang selama ini lum baca bukunya yach neng??
review aja..
“selama bangsa ini tidak menghargai guru dan petani, bangsa ini tidak akan pernah maju”
Comment by athan — October 15, 2008 @ 11:17 am
filmnya bagus dan menunjukkan bahwa kemiskinan tidak identik dengan kebodohan. sayangnya kemiskinan itulah yang menghambat seseorang untuk menjadi orang sukse
Comment by away — October 15, 2008 @ 3:02 pm
nonton sebelum lebaran ga begitu rame setelah lebaran tiket abis sampe yang jam 8
Comment by erwan — October 15, 2008 @ 7:31 pm
hiks-hiks…. saya belum sempat nonton, jumat kemarin berencana nonton dengan seseorang tapi sampe tempat tujuan sudah habis ludes tiketnya…
Comment by achmatim — October 16, 2008 @ 12:59 pm
@athan: iyah belum baca, baru mau baca nih…
@away: yup.. kadang kita memang kepaksa menyerah dengan keadaan sosial
@erwan: tapi masih dapet kan??
@achmatim: coba lagi minggu ini kali aja dah sepi
Comment by ekaqren — October 16, 2008 @ 1:07 pm
asyikkk…
bisa nonton laskar pelangi..
sampe sekarang belom sempet nonton nih..
hikz..
Comment by aRieF do0n9™ — October 16, 2008 @ 1:23 pm
dHarto nonton tanggal 28 September kemaren sama anak2 ‘04. Yang ngantri tiket rhe2, nanda, dan vini di Bintaro, ngantri dari jam 11 siang dan ternyata jam 3 pun nggak dapet.
Akhirnya banting stir ke PIM, untungnya disana dapet yang jam 4 sore, dan baru kali itu nonton paling depan, paling pojok, ditambah lagi buka puasa di dalem studio. Baru Kali Itu….!!!
but, bagoos felmnya, menyentuh banget deh pokoknya.
jadi pengen nonton lagi neehh…
salut buat riri, mira, andrea, cut mini, ikranegara, anak2 laskar pelangi, pokoknya semua pendukung felm itu deh!!
Comment by dHarto..!! — October 16, 2008 @ 2:17 pm
saya sudah nonton novelnya tapiblom baca filmnya… (kebalik gak tuh?….)
Comment by Mas Roes — October 16, 2008 @ 4:18 pm