QrEn’S bLoG

Balada Ibu Tua

Kategori: StoRy - ekaqren @ 8:59 am

September 12, 2008

Ibu tua terduduk di pinggir jalan menatap hiruk

pikuk yang ada. Ia terdiam tatkala melihat kesibukan

para manusia pekerja, ia termenung seharian menatap

jalan itu. terus dan terus ia menatap jalan itu.

dalam hatinya menahan rasa perih yang sangat dalam

karena dirinya harus menerima keadaan bahwa dia

hanyalah seorang pengemis jalanan, yang hanya bisa

makan bila ada orang yang mau berbaik hati

memberikan sedikit uang receh untuknya, ia ingin

sekali bekerja menjadi apa saja asal mendapatkan

uang yang halal, namun apa daya saat ini umurnya

sudah tidak muda lagi dan ia tidak kuat bekerja, dan

tidak ada lagi orang yang mau memperkerjakannya.

akhirnya ia hanya bisa terduduk di jalan, terkadang

miris hatinya melihat pengemis lain yang umurnya

jauh lebih muda dari dirinya yang tidak berusaha

mencari pekerjaan lain. Tapi ia lebih miris lagi

ketika melihat seorang bocah yang dengan susah payah

mencari nafkah dengan berjualan batu. Seorang bocah

yang seharusnya diam dirumah untuk mengerjakan PRnya

atau pergi kesekolah.
nenek itu meneteskan airmatanya tatkala melihat ada

seorang boss yang duduk manis dibelakang supirnya,

dan ketika sampai ditujuan, boss itu dengan

tenangnya menunggu sang supir untuk membukakan pintu

mobilnya. ibu itu berfikir, apakah boss itu tidak

punya cukup tenaga untuk sekedar membuka pintu

sendiri? apakah membuka pintu mobil adalah suatu

pekerjaan yang sulit? Tapi mungkin itulah nasib

orang kecil. sudah susah payah bekerja, tetap saja

akan diperlakukan kurang baik.
Mungkin karena alasan pendidikanlah yang membuat

setiap orang berbeda, tapi ibu itu berfikir, walau

pekerjaan berbeda, bukankan lebih baik jika sang

boss mengerjakan hal yang ringan dengan tangannya

sendiri? Ah… apalah arti pendapatku… fikir ibu

itu.
Dari arah kejauhan ibu itu melihat seorang sales

yang berlari mengejar clientnya. ia memohon pada

client itu untuk membeli barang yang ia tawarkan.

sungguh banyak peluh yang ia kucurkan. ibu itupun

sejenak bertanya. bukankan sales itu juga

berpendidikan? tapi mengapa begitu berbeda dengan

boss yang tadi?
Ibu itu terus dan terus bertanya dalam hatinya. ia

hanya bisa berdoa, suatu saat nanti sang anak kecil,

sales dan supir itu mendapat kebahagiaan yang nyata.

10 Komentar »

  1. Gravatar Image

    walaupun susah masih mendoakan orang lain!

    Comment by trendy — September 12, 2008 @ 9:00 pm

  2. Gravatar Image

    Yah…semoga kalau kelak kita jadi boss tidak termasuk yang demikian!

    Comment by seno — September 13, 2008 @ 12:12 pm

  3. Gravatar Image

    amiiiinnn….

    Comment by miTadRiani — September 14, 2008 @ 12:44 am

  4. Gravatar Image

    mba ato ibu tua ya ini, aku cuma numpang lewat aja nie. skalian godain dikit ya. nama ku pLuTo …

    Comment by pLuTo — September 15, 2008 @ 2:02 am

  5. Gravatar Image

    So touched. sekedar mampir setelah baca your invite as friend at plurk.

    Comment by bayu — September 16, 2008 @ 2:28 pm

  6. Gravatar Image

    amiin, insya allah kita bisa membantu dengan cara yang lebih baik (jangan sampe ada korban spt kasus bagi zakat yg jd headline tv itu)

    Comment by atrix — September 17, 2008 @ 8:05 am

  7. Gravatar Image

    wuih,,,sungguh bijak tuh nenek2..

    jarang ada pengemis yang bisa berpikiran seperti itu(mungkin dulunya ia pernah sekolah kali ya??)..

    tapi kalo dharto liat yah, di Jogja tuh masih banyak nenek2 yang masih sanggup bekerja, biasanya mereka kerja di pasar2 tradisional. Entah jadi pedagang, tukang bersih2 bahkan sampai kuli panggul yang kadang2 bobot yang harus dipanggulnya bisa sampai 3 atau 4 kali lipat berat tubuhnya..

    salut deh sama “mbok-mbok” itu.. pantang untuk mengemis..

    Comment by dHarto..!! — September 20, 2008 @ 2:45 pm

  8. Gravatar Image

    puisi yang indah, Saya amat tertarik dengan watak ibu tua ini.
    Peranan ibu ini membawa kesan yang menyusuk didalam hati dan sanubari.

    Comment by pelaut97 — September 23, 2008 @ 3:52 pm

  9. Gravatar Image

    Selamat idul fitri bagi yg merayakan idul fitri. Selamat berlibur bagi yg berlibur. Mohon maaf lahir dan batin.

    Comment by laporan — September 25, 2008 @ 10:57 am

  10. Gravatar Image

    huuu sebuah cerita kehidupan yang seharusnya kita telaah.. dan amalin.. seep bu postingannya keren..

    Comment by Andri — October 5, 2008 @ 12:23 pm

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>


Blog ini dipersembahkan oleh Blogsome dan dimodifikasi oleh pemiliknya