Climate Security – Bumi
July 22, 2008

Satu lagi bahasan tentang iklim yang mau aku ulas. Hmmm… aku bener-bener sedih kalau ngeliat keadaan bumi kita ini yang semakin hari semakin nggak nentu. Apalagi kalau dengar isu tentang Global Warming, serem deh… pernah aku dikirimin cerita dari teman, yang menggambarkan tentang kehidupan anak, cucu kita nanti, kalau udah nggak ada air. Nggak ada lagi tumbuhan. Dan semua itu disebabkan oleh tangan-tangan kita yang hidup disaat ini. Nggak ada lagi mandi berjam-jam karena air yang makin terbatas. Untuk sekedar mencuci muka saja mungkin sulit. Masuk diakal sih… apalagi kalau nggak ada yang mau memikirkan semua itu.
Yang bikin ngeri lagi, beberapa hari yang lalu aku sempat membaca sebuah artikel dari Majalah Media Kawasan edisi Juli 2008, sebuah majalah gratisan yang diberikan pada pemilik rumah di perumahan-perumahan elite. Aku nggak sengaja mendapatkannya dari ayahku, beliau memang suka sekali membaca, dan dia nggak akan segan membawa majalah yang isinya mengandung ilmu pengetahuan.
Kubaca salah satu judul yaitu “Kissing The Earth Goodbye, in about 7.59 Billion Years” aku ngeri banget baca judulnya. Disana diceritakan Bila alam dibiarkan berjalan begitu saja, tanpa bom nuklir dari perang dunia ke-3 atau ditabrak meteor, sekitar 7.59 milyar tahun lagi, bumi akan tersedot dari orbit sekarang, semakin mendekati matahari, air akan menguap dengan cepat, dan bumi akan kering. Hal ini dikalkulasikan oleh dua ahli astronomi: Klaus-Peter Schroeder dari University of Guanajuato di Meksiko dan Robert Connon Smith dari University of Sussex di Inggris.
Aku kaget, membayangkannya 7.59 milyar tahun? Tahun depan BBM, minyak goreng, tempe dan beras akan melejit dan kita nggak akan pernah tau kalau ternyata 7.59 milyar tahun lagi bumi kita tercinta ini akan hilang, mau kemana kita?

Masalah utama bumi adalah matahari, yang akan membesar bertahap, perlahan-lahan dan semakin terang, menurut teori evolusi perbintangan. Dalam 4.5 milyar tahun pertama, menurut model tersebut, matahari telah bertumbuh sekitar 40% lebih terang.
Dalam beberapa abad mendatang, kehidupan di bumi akan menjadi semakin panas dan lembab serta tidak nyaman, dan pada akhirnya kehidupan di bumi akan menjadi tidak memungkinkan. Sekitar 1 milyar tahun dari sekarang, matahari akan semakin lebih terang 10%. Samudra di bumi akan mendidih. Matahari akan kehabisan bahan bakar hydrogen di inti matahari sekitar 5.5 milyar tahun dari sekarang dan mulai membakar hydrogen dari lapisan yang mengelilingi matahari. Sehingga inti matahari akan menyusut dan lapisan luar akan meluas dengan cepat seiring matahari berubah menjadi raksasa merah. Dan bumi akan berputar di atas raksasa merah yang terbakar dan menghasilkan gaya gesek pada matahari. Gaya gesek tersebut akan menyebabkan tonjolan, ekor yang mencuat keluar dari matahari, bergerak mengikuti bumi.

Tarikan gravitasi dari tonjolan ini akan melambatkan bumi dan menyebabkan bumi memutar ke dalam, dimana gesekan dari gas pada atmosfir matahari yang meluas menyebabkan semakin banyak perlambatan.
Serem banget yah kalau membayangkan ini semua? Yah itulah hidup harus selalu berputar. Mungkin itu baru salah satu kejadian yang akan terjadi apabila kita benar-benar menjaga bumi. Tapi gimana kalau nggak kita jaga? Kita semua juga tahu, setiap hari penggunaan BBM nggak pernah berkurang, penebangan pohon marak dimanapun. Hmmm… memang kita harus melakukan sesuatu dari sekarang. Aku punya beberapa ide untuk memperlambat ini semua.
- Mengurangi penggunaan BBM(Bahan Bakar Minyak), dengan beralih ke BBG(Bahan Bakar Gas).
- Mencoba solusi lain dalam memasak, yang biasanya menggunakan minyak tanah atau gas, bisa mulai kita gunakan kompor batu bara.
- Mengurangi konsumsi plastik yang terlalu banyak, karena plastik merupakan bahan yang sulit sekali dilebur dalam bumi.
- Memulai semuanya dari diri sendiri.
Sulit memang mewujudkan semua itu, tapi kita musti mencobanya pelan-pelan.
NB. Ikutan blogging comppetition periode 3 yuk… klik link ini http://bcnow60.org/blogging-competition








nakutin banget yak.. tanpa matahari membesar aja, bumi udah panas kya gini, cuaca g nentu, iklim berubah, tanah kekeringan sementara di wilayah lain ada yg kebanjiran..
Comment by haries — July 22, 2008 @ 9:11 am
wah sulit skali ide2 eka untuk dijalankan..btw.. aku bantu doa aja deh..:D
Comment by aliefte — July 22, 2008 @ 9:40 am
waw ikutan lomba yaa semoga berhasil.. hmm bagus banget nih , gw dukung, useful!!
Comment by Benazio — July 22, 2008 @ 10:16 am
serem bgt ya ka..
betul tuh kt km, smua hrs dimulai dr diri sendiri..
klo ga bs cuci muka atw mandi di masa depan, anak cucu cicit kita bs jerawatan en burikan dong..
Comment by dee — July 22, 2008 @ 10:57 am
SALAM…
YOI SAYA CUMA BISA BERDOA DAN BERHARAP …
SALAM KENAL DULU AH ….PUTRA BOYOLALI
Comment by doelsoehono — July 22, 2008 @ 11:28 am
Masa depan hanya sebuah misteri.
Saat ini, lakukanlah yang terbaik untuk bumi tercinta.
Sekarang juga, tunggu apa lagi ?
Selamat berkarya
Comment by cenya95 — July 22, 2008 @ 11:34 am
SALAM …
KITA DAN ANAK CUCU KITA JANGAN SAMPAI MENGALAMINYA “NGERI CEKALI ”
MOGA-MOGA MANUSIA MULAI SADAR ,DEMI KETURUNANNYA KELAK .
Comment by doelsoehono — July 22, 2008 @ 11:35 am
sebegitu tahun lagi, kita masih ngeblog gak ya??
Comment by andries — July 22, 2008 @ 11:50 am
se7 ama ide2nya
Comment by Elys Welt — July 22, 2008 @ 12:36 pm
@haries: iyah.. serem banget…
@aliefte: walau sulit tapi gak ada salahnya kita coba…
@benazio: emang om gak ikut?
@dee: hiyyy….
@doelsoehono: Amiin
@elys&canya85:
@andries: who knows?
Comment by ekaqren — July 22, 2008 @ 1:05 pm
solusinya dilemtasi semua ya…
Comment by kucingkeren — July 22, 2008 @ 1:25 pm
ih seyem bnGGetz
Comment by masmoemet — July 22, 2008 @ 1:58 pm
orang bilang, mulai dari diri sendiri, lakukan dari sekarang…
saya juga pernah dapat email serupa yang isinya pen-deskripsian bumi tanpa air di masa mendatang… ngeri ya?
Comment by kidungjingga — July 22, 2008 @ 2:33 pm
Hooh aku juga pengen banget punya rumah yang pake
ada
tenaga angin, matahari dan gerakan air
mobil/motor listrik
ngantor deket
*biar lepas dari PLN dan menggalakkan ECO-friendly*
Comment by Eru Reed — July 22, 2008 @ 2:53 pm
menurut prediksi, gas akan habis tahun 1930. Lebih cepat dari minyak bumi lho. Ini pun karena kita penghasil gas terbesar di dunia.
Batubara??bisa dikecam greenpeace ntar. Batubara adalah penghasil emisi karbon yang sangat besar. Makanya China bisa menghasilkan karbon banyak karena pembangkit listrik batubaranya..
itu masih 7 miliar tahun. Seratus tahun kedepan juga kita belum tentu ada, selain itu ramalan kayak gitu sering meleset. Dulu katanya tahun 2002 bumi akan ditabrak komet, sehingga memungkinkan terjadinya kepunahan. Buktinya sampai sekarang kita bisa ngeblog kok..hehehehe
salam
Comment by made eka — July 22, 2008 @ 3:08 pm
Hmmm..jadi merenung..
Apa orang2 1 ato 2 dasawarsa yang lalu mikir kaya gini juga?
Kalo ya, ko kaya gini jadinya? kalo ga, ya ga masalah..
trus, apa orang2 1 ato 2 dasawarsa ke depan (alias anak cucu qta..hihii..geli ngomongnya,seneng punya cucu)mikir gini juga?
Hmm yang jelas…seneng ada manusia kaya mba Eka yang mikir kaya gini di zaman ogut !!!
Comment by Gempur — July 22, 2008 @ 4:04 pm
Akh… inilah buah ilmu pengetahuan, bisa melakukan usaha-usaha preventif, memberikan solusi untuk lingkungan hidup dan informatif. Namanya saja ekagren, sudah pasti berhati hijau, btw perlu saya sampaikan kepada mbak eka bahwa saya juga pecinta lingkungan sejati karena setiap hari ke mana-mana suka jalan kaki, jadi jarang memproduksi polutan. Btw matahari 1 milyar kemudian lebih terang 10%, wuih sekarang saja di Semarang kalau siang hari panas bukan main.
Comment by laporan — July 22, 2008 @ 4:14 pm
@kucingkeren: dilemtasi apaan mbak?
@masmoemet, kidungjingga, EruReed: yub…
@made eka&gempur:
Comment by ekaqren — July 22, 2008 @ 4:15 pm
@laporan: bukan ekagreen (ekahijau) tapi ekaqren(eka keren) hehehe….
Comment by ekaqren — July 22, 2008 @ 4:17 pm
Bumi akan hilang
dan kita pun dah di dunia yang lain
menghitung apa yang telah di tanam
di bumi yang telah hilang
Comment by achoey sang khilaf — July 22, 2008 @ 5:41 pm
pantessssssss, kalo eka, dulu, nilai ilmu buminya bagus…..
Comment by babeh — July 22, 2008 @ 6:05 pm
serem sih!
tapi saya yakin Allah tidak bakal membiarkan orang2 beriman mengalami hal tersebut!
ceilahhh!
wekekekek
Comment by trendy — July 22, 2008 @ 7:02 pm
emang makin seem ka, makanya sekarang gue juga coba ngebantu temen-temen kita yang sedang kampanye gobal warming, tapi gue gak ikut turun dijalan buat koar-koar ala burung beo! cukup bukti nyata dengan tidak lagi mau dikasih kantong palstik pas gue beli-beli di supermarket. cukup ditenteng aja kalu masih memungkinkan.
mampir-mapir yah ke blog gue di www.BurungBeo-faizz.blogspot.com
ciaoooooooooo……..
Comment by fais — July 22, 2008 @ 7:51 pm
salam …
bisa jadi itu hal yang benar karena memang perubahan iklim dari yang tadinya sejuk ,semilir ,enak sekarang sudah mulai terasa akan tanda-tanda itu …
Comment by doelsoehono — July 22, 2008 @ 8:27 pm
wow hancurnya masih milyaran taun lagi tapi efeknya udah krasa dari sekarang yah..
Comment by ika — July 22, 2008 @ 9:51 pm
duh neng… serem amat yah… warna nya keliatan dah panas bgt.. apalagi aslinya yah
Comment by yanti — July 22, 2008 @ 11:30 pm
lagi ada program green office lho, dapet infonya dari http://www.wwf.or.id
Comment by Ragil — July 23, 2008 @ 9:22 am
yes, it’s horroble…Tapi kalau aja amerika mau berkorban dengan mengurangi emisi sebagamana perjanjian tokyo maka keadaan akan mudah. Dengan senang hati, kita akan menanami kalimntan dengan pohon krn hal tersebt selain bersifat green responsibility tapi juga berkeuntungan profit.
So, i waiting for a better bargain for our forest.
if not, then let’s die to gether hahahahah… sorry this is my opinion as an indonesian
Comment by uwiwu — July 23, 2008 @ 10:44 am
artikel yang menarik.
keep write…
Comment by julfan — July 23, 2008 @ 10:50 am
@achoey: ini puisi yah?
@babeh: masa sih??
@trendy: semoga semakin banyak orang beriman di duni ini yaa…
@faiz: bagus juga idenya…
@doelsoehono: iya… dipadang aja sekarang lagi banjir…
@ika: he.. eh…
@yanti: iya… orang kita dari jauh aja beras panas…
@raqil: thanks yah infonya,,,
@uwiuw&julfan:
Comment by ekaqren — July 23, 2008 @ 10:57 am
Mengganti BBM dengan BBG itu kayaknya rada2 sulit deh mbak, Masih murahan solar soalnya bagi industri, dari pada gas.
Tapi sebenernya harus bisa.
Comment by aNGga Labyrinth™ — July 23, 2008 @ 12:49 pm
hmmm… green campaign kek gini emang udah dibahas di mana2… tapi yg paling penting emg musti mulai diri sendiri kok
smoga bisa berarti walopun kecil…
Comment by carra — July 23, 2008 @ 1:10 pm
kompor batu bara sudah ada yang jual?
Comment by gajahkurus — July 23, 2008 @ 6:14 pm
what we do i life echoes in eternity
Comment by yella — July 23, 2008 @ 9:44 pm
ehm… gw mnah masih yakin kalo isu “global warming” hanyalah HOAX dari negara2 maju untuk menekan negara miskin dan bodoh biar industri dan ekonomiinya terus terbelakang…. toh mereka yang mulai teriak global warming, tapi mereka juga yang paling banyak melakukan kegiatan yang bertentangan ama isu itu… hehe
Comment by ichanx — July 24, 2008 @ 2:25 am
Kalau eka keren harusnya eker *hiks*
Comment by laporan — July 24, 2008 @ 4:24 am
sudah banyak penemuan pengalihan konsumsi listrik, minyak. tapi ya itu ribut minta royalti semua..
cepe dehhh..
Comment by L 34 H — July 24, 2008 @ 6:30 am
Bukankah kita yang sekarang adalah apa yang kita lakukan selama ini? Berarti bumi kita nanti adalah apa yang kita lakukan saat ini. Aha?
Comment by Daniel Mahendra — July 24, 2008 @ 7:47 am
@yella,carra,l34h,daniel,angga:
@gajahkurus: kyknya udah lama ada deh…
@ichanx: hoax sih hoax… yg penting kita berusaha aja menyelamatkan miniman lingkungan kita sendiri…
@laporan:
Comment by ekaqren — July 24, 2008 @ 8:49 am
ayo-ayo.. mulai dari diri kita sendiri
Comment by taliguci — July 24, 2008 @ 9:23 am
ceyem amat yaaaaaaaaaaaaa
Comment by ratu — July 24, 2008 @ 9:49 am
susah memahami para pembalag hutan yang hanya untuk memenuhi kerakusan mereka.
Comment by kw — July 24, 2008 @ 10:15 am
Weeeewwww….. Untung aku gak hidup lagi di jaman itu…
Hal ini juga yang menyebabkan pakaian sekarang jadi kayak gitu…
Comment by the gands — July 24, 2008 @ 11:38 am
Waduh….gimana ya ….ndak ada apa-apa saja martapura dah panas nih …. gimana nanti ya ….. ah biar saja …. jalani hidup sekarang saja ….
Comment by f heri — July 24, 2008 @ 1:05 pm
semoga menang untuk lombahnya
Comment by Gelandangan — July 24, 2008 @ 1:11 pm
@taliguci: yup.. ayooo….
@kw,fheri,the gands,ratu: iyah…
@gelandangan: trims yaa…
Comment by ekaqren — July 24, 2008 @ 3:19 pm
Memperlambat tidak berarti mencegah toh? Saya setuju kita mesti disiplin dan berhemat. Tapi sebaiknya untuk alasan yang lebih sosial dan ekonomis. Bukan untuk alasan ketakutan bahwa bumi bisa hancur dan sebagainya.
Comment by Rafki RS — July 24, 2008 @ 5:05 pm
wih.. mantep tu pada professor mikirin Bumi ampe Milyaran tahun.. Kenapa Nga Mikirin dari Hari sekarang aja yah.. berhenti pake MObil yang ngabisin bensin, Perang di Afganistan, Bikin NUklir yang Paling Dahsyat.. Well.. It’s All depand on ourself.. So Keep Our Environment
Comment by Dedew — July 24, 2008 @ 6:06 pm
Pasti ada jalan keluar untuk semua masalah. Kalo 7 milyar tahun lagi sih manusia udah bisa transmigrasi ke planet lain, yang 7 tahun lagi ini mo ngapain ?
Comment by seezqo — July 24, 2008 @ 9:08 pm
wah ini bisa jadi gerakan moral meyelamatkan kehidupan,ayo eka, mulailah..
Comment by senimanpeta — July 24, 2008 @ 10:44 pm
sungguh ngeri melihat fenomena krisis bumi yang bakal terjadi, mbak eka. hal ini butuh kesadaran kolektif dari berbagai kalangan utk bersama2 menyelamatkan bumi, sekarang juga. ini postingan yang bagus dan mencerahkan, mbak. setidaknya sudah ikut berkiprah utk menginformasikan betapa pentingnya menyelamatkan bumi ini.
Comment by sawali tuhusetya — July 25, 2008 @ 4:36 am
sungguh seru bahasannya, sekaligus mengerikan
Comment by Artha — July 25, 2008 @ 8:19 am
@rafki: paling nggak kalo udah takut mereka jadi lebih sadar untuk menjaga bumi kan?
@Dedew: tau tuh.. ilmunya dah tinggiiiii…
@seezqo: iya lagi apa ya?
@artha&sawali: :”>
Comment by ekaqren — July 25, 2008 @ 9:05 am
wah ngeri juga ya…..
tapi hal seperti ini juga pernah aku posting di blog aku
tp yg di blog aku adalah tabrakan meteor dg bumi yang bakalan terjadi sekitar 30 tahun lagi
coba aja baca disini
Comment by Rizkeyboard — July 25, 2008 @ 11:21 am
nggak ngeri2 amat tuh, masih lama, kan 7.59 milyar tahun lagi. secara manusia paling hidup ga sampe 100 tahunan.
Setuju dan bisa dimaklumi, tapi yang paling bagus ke Bahan Bakar Bioenergi atau Bahan Bakar Air
Setauku, batu bara itu lebih banyak menghasilkan polutan dari pada gas, tapi lebih baik daripada minyak tanah sih.
Mengurangi bisa, tapi yg lebih penting adlh mencari cara2 lain untuk mendaur ulang sampah plastik.
Mari kita mulai..
Comment by dHarto..!! — July 25, 2008 @ 2:45 pm
Waah… Ikutan kompetisi juga ya
Memang semuanya sih harus dimulai dari diri-sendiri…
Comment by Anggie — July 25, 2008 @ 6:23 pm
Global warming? amrik tuh.. emisi CO2 paling gede & konsumsi energi juga paling gede sedunia. Kalo di kita masih penuh polusi udara wajar aja.. namanya juga negara berkembang, mo nerapin teknologi mutakhir dengan polusi minimum juga kurang modal. Apalagi mo ngatur orang2nya buat pakei bahan bakar tertentu..tertib lalu lintas aja kita ga becus. Nah kalo negara yang udah maju tapi ga berkembang dan ga bertindak siy sama aja boong.
Orde miliar kayaknya ga terjangkau.. gimana kalo prediksi apa yg terjadi 5 taon ke depan aja? hehehe…
Tapi saya bingung juga.. masalahnya kita itu emang butuh energi. Mungkin teknologi sekarang emang belum bisa menjangkau yang namanya sumber energi yang aman buat lingkungan. Mobil aja efisiensi pembakarannya kan ga sampei 30%…
Comment by Cynthinks — July 25, 2008 @ 8:36 pm
Hebat atas kepedulianya ttg global warming, gw dukung deh…:)
Comment by indo — July 26, 2008 @ 3:23 am
serem banget….
kalo gitu caranya binatang-binatang yang menakjubkan juga akan ikutan lenyap… huwaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
Comment by Jiban — July 26, 2008 @ 9:53 am
serem… kek mengambarkan kiamat
Comment by Wempi — July 27, 2008 @ 1:15 pm
Usul satu lagi. Selain ngurangin penggunaan plastik, kita juga jangan sampai lupa menghindari penggunaan styrofoam untuk wadah2 makanan. Sekarang ini makin banyak penggunaannya oleh penjaja makanan kan? Padahal styrofoam lebih sulit dilebur dibanding plastik, butuh ribuan tahun cing.
Comment by tamie — July 27, 2008 @ 2:19 pm
ok lets do go green…
kalao bukan kita siapa lagi
Comment by zald — July 27, 2008 @ 5:32 pm
Wow … membuka wawasan nich. Makasih.
Comment by Ersis Warmansyah Abbas — July 28, 2008 @ 7:33 am
weww… ngeri banget bacanya
aduhh jangan2 kiamat dah deket
hehe..
itu berita2 kaya gitu mang bener yah? apa hoak?
Comment by kelepon — July 28, 2008 @ 10:07 am
maksudnya jadi kaya menakut-nakuti
terlalu di besar2kan…
piss ah *no offnce
Comment by kelepon — July 28, 2008 @ 10:10 am
@Rizkey: kalo mbayangin emang serem banget yaa…

@dharto: emang sih masih lama… tapi gak ada salahnya kita ikut bantu…
@indo, zald, Anggiei, ersis
@cythinks: pusing yah kalo mikirin dunia…
@wempi, Jiban: iyaaaaaa
@kelepon: yaahh… apapun itu yg penting kita musti berusaha menyelamatkan dunia… lagian Hoax masa masuk majalah….
Comment by ekaqren — July 28, 2008 @ 1:35 pm
Pantesan semakin hari semakin panas nih
Comment by herlan — July 29, 2008 @ 2:38 am
Salam kenal n blogmu tak link ya…
Wah seperti biasa kalo aku membayangkan hal2 ngeri tentang bencana, pasti deh bikin aku males gerak, jd ga semangat dan berpasrah ria aja…. Tapi dari lubuk hati tetep care kok…
Mudah-mudahan anak cucu kita bisa nemuin planet lain yg masih safe….
Saat ini kita hanya bisa berdoa dan membangkitkan kesadaran sendiri2 dulu untuk tidak melakukan tindakan yg bisa merusak semuanya seperti yg dijelaskan diatas.
Thanks 4 ur very interesting information
Comment by Joy — July 29, 2008 @ 3:35 am
@herlan&joy: makanya kita gak boleh tinggal diam… paling nggak mencoba untuk hidup bersih gak ada salahnya kan…
Comment by ekaqren — July 29, 2008 @ 8:31 am
kasihan banget bumi kita ini
Comment by Jiban — July 29, 2008 @ 9:16 am
iyaaa…global warming IS very scary!!!!!!!
ga banget!!
tapiii..have you heard that this gloval warming thingy gives advantage to the tropical plants??
i’m not sure though..
Comment by eva — July 29, 2008 @ 1:55 pm
iya nih ga kebayang gimana certitanya klo bumi makin panas trus es di kutub pada mencair lalu menyebabkan air laut jd tinggi.. hhiiii…seremm..
Comment by NanTo — July 29, 2008 @ 2:54 pm
Sangat setuju dengan penggunaan bahan bakar non migas dan kita mulai dari diri sendiri. Denger2 malah katanya taon depan malah gas n minyak tanah sangat susah didapat … mudah2an gak begitu ya
Comment by artofreed — July 29, 2008 @ 5:32 pm
Aku pingin setiap kesini ada yang baru, asyik baca jagad raya.
Comment by Ersis Warmansyah Abbas — July 30, 2008 @ 8:28 am
wah nyeremin banget..
baru pertama kali liat postingan kayak gini.. ^^
untung satu miliyar tahun lagi.. gimana klau tinggal besok coba.. wew..
kabuuurrrrr…
Comment by andri — July 30, 2008 @ 9:39 am
gimana ndak panas nih dunia? wong mataharinya banyak… di bali aja ada 3 “matahari duta plaza, matahari kuta square, matahari bali galeria” tuh kan kebayang ndak tuh??? dunia makin panas….
Comment by ick — July 31, 2008 @ 12:29 pm
@jiban: iyah… kesian…
@eva: are you serious??
@andri&nanto: iyah serem…
@artofreed: Amiin…
@ersis: makanya rajin2 main ya pak…
@ick: wah apalagi dijakarta mataharinya buanyak banget tuh…
Comment by ekaqren — July 31, 2008 @ 3:15 pm
wkakakakaka.. serius” baca comment ick,, masa matahari banyak,, ga taunya matahari plaza.. wkakakaka… aseemm.. ketepu dah gw..
Comment by andri — August 1, 2008 @ 7:23 am
whew….. blognya jadi laris manis..
Comment by the gands — August 1, 2008 @ 10:18 am
@ the gands… weh iri neh kayanya…
Iya neh… sekarang enakan kerja pake sepeda
Comment by Paman Gober — August 1, 2008 @ 1:05 pm
harus mulai sadar dari sekarang, hayoo selamatkan tmpt kita tinggal
Comment by ketela — August 2, 2008 @ 11:57 am
Apakah dgn menyelamatkan hutan dgn cara menanam Pohon kembali, bisa memperlambat kejadian diatas..??
Comment by Manik — August 4, 2008 @ 12:12 am
@andri: makanya jangan terlalu serius

@the gands: hu uh…
@paman gober: enak tapi pegel juga kalo blm biasa, musti kita biasain yah…
@ketela: yup…
@manik: kenapa nggak kita coba??
Comment by ekaqren — August 5, 2008 @ 9:55 am
Kok belum ada yang baru sih…
Comment by Daniel Mahendra — August 7, 2008 @ 2:18 am
masih lama ya? tapi kok sudah banyak yang prediksi akan segera terjadi kiamat pada beberapa tahun ke depan, bahkan sudah sampai ngadain bunuh diri massal segala.
Comment by zaenal — August 7, 2008 @ 2:15 pm
@paman gober:
gak kok bro.. cuman salut aja sama mbak eka…
*nyembah2 mbak eka*
Comment by the gands — August 9, 2008 @ 11:30 am
Bayangan2 kemungkinan terburuk ini membuat saya inget lagi sama:
- the matrix (keanu reeves)
- waterworld (kevin costner)
Makin miris aja
Comment by utchanovsky — August 11, 2008 @ 12:43 am
@Daniel: maaph.. kemarenan lagi gak konek inet niyh…
@zaenal: makanya kita perlu untuk waspada
@the gands: lebay… ah…
@utchanovsky: iyah… miris…
Comment by ekaqren — August 11, 2008 @ 12:22 pm
Teori ramalan itu sudah ada lebih dari 30 tahun yg lalu, kalo kita dateng ke planetarium jakarta, kita juga akan di kasih film visualisasi ttg hal itu, keren deh
Jangan takut kalo emang bumi masih ada 7 milyar tahun lagi, pasti manusia udah punya koloni baru di tempat lain di jagat raya, atau dah kawin dengan makhluk lain dari galaksi tetangga
Comment by seezqo — November 4, 2008 @ 2:54 pm
sereeeeeeem
Comment by yuli susanti — May 19, 2009 @ 12:08 pm
ZZZZZZZZZZZZZzzzzzzzzzzzzzzz……………..
Comment by Teddy — June 12, 2009 @ 2:18 am