QrEn’S bLoG

Climate Security - Perumahan

Kategori: StoRy, BC Blog Competition - CS - ekaqren @ 9:13 am

July 16, 2008

Masih ngelanjutin topik tentang Iklim kita yang nggak nentu akhir-akhir ini.
Setiap hari aku bekerja di daerah Ciputat, lebih deket ke Bintaro lah tepatnya di Rempoa. Nah setiap hari aku ikut “nebeng” temanku, waktu pertama kali nebeng aku suka banget sama suasana perjalanan menuju rumahnya, masih alami, masih banyak kebon-kebon singkong, dan masih ada suasana desanya. itu kira-kira setahun yang lalu. Kalau lewat situ rasanya sejuk banget, jadi serasa lagi pulang kampung.

Tapi…apa yang terjadi… sekarang kebun singkong itu udah berubah jadi perumahan yang dibangun oleh developer. namanya apa aku lupa, yang jelas sekarang kebun singkong itu telah hilang dan berganti perumahan yang sedang setengah jadi.

agak miris ngeliatnya… karena udara sejuk yang biasa masuk ke dalam angkot yang kutumpangi untuk menuju rumah temanku, sudah mulai berkurang…
ternyata perbedaan suhunya sangat kontras. Gimana nggak, jalanan yang terhitung sangat jarang kendaraan akses, kemungkinan besar nantinya kalau perumahan itu sudah jadi pasti akan semakin banyak kendaraan yang lewat. Selain itu kebun singkong yang biasanya menghasilkan Oksigen, sekarang sudah hilang dan berganti dengan kebun batu bata merah yang tidak menghasilkan apa2 kecuali kenyamanan untuk pemiliknya. Memang sih.. Kebutuhan akan tempat tinggal saat ini meningkat. Mengingat pertumbuhan manusia yang makin hari makin banyak pastinya kebutuhan tempat tinggal akan meningkat juga.
Mau bagaimana lagi, kita juga nggak bisa menyalahkan pihak developer yang membangun perumahan itu. toh itu adalah salah satu cara mereka untuk bertahan hidup di dunia ini (itu mata pencaharian mereka).
tapi mungkin aku bisa kasih beberapa saran untuk para developer yang mungkin sudi mampir di blogku ini….

  • Memperhitungkan keadaan lingkungan sekitarnya sebelum membangun, hitung tingkat kebutuhan akan udara bersih, seberapa banyak pohon yang ada disana, paling nggak nantinya mereka juga mustinya bisa menanam pohon sejumlah yang mereka hilangkan, walaupun ini sulit pasti ada cara untuk menyisakan lahan untuk itu.
  • Sediakan tempat pembuangan sampah yang memadai. Ajak para warga untuk menyadari pentingnya menjaga kebersihan dengan menyediakan dua buah bak sampah untuk pemisahan sampah.
  • Mengusahakan untuk menghubungi dinas kebersihan setempat untuk mengambil sampah secara periodik, dan untuk sampah kering yang sudah dipisahkan bias dikelola oleh warga untuk membuat barang-barang lain.
  • Membuat selokan yang memadai agar nantinya tidak terjadi banjir.

nggak gampang emang membuat suatu infrastruktur yang baik, tapi kalau kita mau berusaha untuk membuatnya dan “mau” untuk melakukannya, pasti kita semua bisa membuatnya.
Iklim yang tidak menentu seperti ini pasti juga akibat berbagai macam ketidak adilan kita pada lingkungan kita ini. Lama-lama tuhan bisa marah kalo liat ini terus-terusan terjadi.
Miris banget yah…. :(

NB. Ikutan blogging comppetition periode 3 yuk… klik link ini http://bcnow60.org/blogging-competition


59 Komentar »

  1. Gravatar Image

    Mudah - mudahan para developer mau mendengarkan amin …..

    kalo nggak semakin berkurang tempat sejuk yang ada di jakarta ..

    Comment by deni — July 16, 2008 @ 10:29 am

  2. Gravatar Image

    Semestinya dan idealnya Developer sudah mendesign perumahan itu ada fasos hijaunya……agar tercipta lingkungan yg asri.

    btw, makassih doanya ya…….tapi sy udah 4 taon lho menikah….hehe

    Comment by Alex — July 16, 2008 @ 2:53 pm

  3. Gravatar Image

    Makanya jangan tinggal bejubel semua mau di jakarta, sumatra masih luas, apa lagi papua, seger tuh kayanya udara disana.

    Comment by ubadbmarko — July 16, 2008 @ 2:55 pm

  4. Gravatar Image

    nggak gampang emang membuat suatu infrastruktur yang baik, tapi kalau kita mau berusaha untuk membuatnya dan “mau” untuk melakukannya, pasti kita semua bisa membuatnya

    Selain itu ingin menambahkan, kalau kita melakukannya dengan benar maka infrastruktur itu bisa jadi fondasi bagi perkembangan di masa depan. Jadi membangunnya dengan presepsi bukan cuma sisi bisnis maupun lingkungan tapi juga memikirkan apakah infrastruktur itu akan menyongong bila, misalnya, sebuah kita itu tumbuh semakin besar layaknya bayi. Kalau ngak begitu kita cuma mendapati solusi hari ini masalah besoook hari :)

    Comment by uwiuw — July 16, 2008 @ 3:09 pm

  5. Gravatar Image

    iya, yang penting kan pembangunan yang ramah lingkungan ya

    Comment by Ragil — July 16, 2008 @ 3:19 pm

  6. Gravatar Image

    iya sih, semakin lama jumlah penduduk semakin banyak, lahan buat pemukiman juga semakin sempit, hmmm akhirnya zona hijau juga diemplang juga :(

    Comment by wier — July 16, 2008 @ 4:22 pm

  7. Gravatar Image

    @deni: Amiin…
    @alex: owh… kirain baru married…
    @ubad: maunya gitu… tapi udah keenakan tinggal di Jakarta
    @uwium: CAIYO!!!
    @raqil, wier: yups.. bener…

    Comment by ekaqren — July 16, 2008 @ 4:36 pm

  8. Gravatar Image

    Cakep….

    Comment by Imam Madzab Bocor Alus™ — July 16, 2008 @ 5:26 pm

  9. Gravatar Image

    baiknya si develpoer membangun bagunan di depannya ada kebun singkong!
    kan bagus tu kalo nggak ada lauk bisa makan singkong!
    hehehe

    Comment by trendy — July 16, 2008 @ 6:05 pm

  10. Gravatar Image

    Iya
    saatnya kita tersadar :D

    Comment by achoey — July 16, 2008 @ 6:08 pm

  11. Gravatar Image

    Salam. Mohon komentarnya di http://achoey.wordpress.com/2008/07/16/tiga-besar-parpol-2009-survey-csis/. Terima kasih :)

    Comment by achoey — July 16, 2008 @ 6:08 pm

  12. Gravatar Image

    Ikut sesak…..
    Sarannya Dik Eka perlu dipertimbangkan oleh para developer.
    Brilliant Dik…

    Comment by 'Nin — July 16, 2008 @ 7:13 pm

  13. Gravatar Image

    salam kenal dari bandung
    ternyata anda pencinta lingkungan
    http://esaifoto.wordpress.com

    Comment by esaifoto — July 16, 2008 @ 7:54 pm

  14. Gravatar Image

    harus ada keseimbangan yah mbak :)

    Comment by masmoemet — July 16, 2008 @ 8:18 pm

  15. Gravatar Image

    Kalau nggak salah, Tuhan itu sudah marah dari kemarin-kemarin. Dasar kitanya aja yang kelewat bebal yang nggak mau tahu dengan lingkungan sekitar. Postingan yang mantap.

    Comment by Rafki RS — July 16, 2008 @ 10:04 pm

  16. Gravatar Image

    aaah mudah-mudahan dibaca sama developernya Mbak…

    Comment by Chic — July 16, 2008 @ 10:32 pm

  17. Gravatar Image

    @trendy: ya.. gak musti gitu kan? hehehe…
    @achoey: yukk…
    @Nin’&Rafki: trims yah…:)
    @esaifoto: salam kenal juga…
    @masmoemet&Chic: yup.. bener banget…

    Comment by ekaqren — July 17, 2008 @ 8:06 am

  18. Gravatar Image

    boleh konsultasi ga ?
    japri gitu :)

    Comment by Affan — July 17, 2008 @ 8:48 am

  19. Gravatar Image

    Salam…..makasih mbak ud comment di blog aku

    menanggapi masalah iklim:
    kayaknya menurut aku yang paling sreg adalah membuat selokan dan daerah resapan air.
    soalnya kebetulan aku juga tinggal di ciputat, di ciputat baru tepatnya
    hampir setiap hari kalo aku lewat suatu jalan di luar komplek banyak bgt genangan air
    orang2 disitu sering bgt nyiramin jalan sampe2 jd genangan kayak danau kecil buatan , alhasil batu2 yg jd tambalan jalan jd rapuh n cepet rusak
    blom lg daerah resapan air yg kurang trus kurangnya hijau2-an jd tambah gersang
    smoga aja bannyak developer yg liat blog ini
    trus jd sadar untuk membuat daerah pemukiman yg lebih bagus lg dan tentunya enviromental friendly, tul????

    Comment by Rizkeyboard — July 17, 2008 @ 2:02 pm

  20. Gravatar Image

    Yup setuju banget… siip…dan hal sangat berasa kalo kita di kota.. sangat mengganggu keseimbangan, walaupun pada kenyataannya di desa juga sudah mengalami pergeseran iklim…

    kesadaran harus dimulai dari diri sendiri…

    btw maksih dah mampir di blogku mbak… :)

    Comment by azaxs — July 17, 2008 @ 4:02 pm

  21. Gravatar Image

    @affan: sementara japri ditutup.. huehehehe….
    @rizky: tul… betul… setuju…
    @azaxs: yup… sama2 ya….

    Comment by ekaqren — July 17, 2008 @ 4:20 pm

  22. Gravatar Image

    pengen ikutan neh…jadinya…:)

    Comment by mozamal — July 17, 2008 @ 4:22 pm

  23. Gravatar Image

    sepertinya susah terwujud yak ? tapi gpp deh namanya juga usaha, semoga setiap orang berpikiran seperti yang pada comment disini.

    Comment by penganggguran — July 17, 2008 @ 4:53 pm

  24. Gravatar Image

    setuju banget tuh sarannya !!!!

    Comment by sinyopooh — July 17, 2008 @ 5:02 pm

  25. Gravatar Image

    mbak…
    gambarnya pohon ketela ya??

    Comment by yakhanu — July 17, 2008 @ 5:08 pm

  26. Gravatar Image

    Wahai developer…masih adakah yang punya nurani…

    Comment by Moda — July 17, 2008 @ 5:51 pm

  27. Gravatar Image

    Gimana ya…. sebenernya d komplek angga udah banyak pohonnya tapi teteup aja dapet banjir kiriman,

    mana d pinggir kali deket ciledug indah pengen d bikin perumahan lagi, jadi aja tuh tambah banjir

    Comment by aNGga Labyrinth™ — July 17, 2008 @ 7:04 pm

  28. Gravatar Image

    Di Bandung juga banyak tempat terbuka yang beralih fungsi…

    Comment by Daniel Mahendra — July 17, 2008 @ 7:12 pm

  29. Gravatar Image

    mudah-mudahan pembangunan menggunakan peta yang benar

    Comment by senimanpeta — July 17, 2008 @ 9:30 pm

  30. Gravatar Image

    studi amdal buat developer mesti diawasi ketat, daerah “rtb” (ruang terbuka hijau) gak viable untuk proyek2 “beton” .. hehe

    Comment by atrix — July 17, 2008 @ 9:43 pm

  31. Gravatar Image

    Yoha … saya suka gambar singkon, dari kecil suka daunnya sampai singkongnya, dan samai sekarang masih nanam singkong.

    Comment by Ersis Warmansyah Abbas — July 18, 2008 @ 12:09 am

  32. Gravatar Image

    Bagaimana jika mbak eka pindah ke rumah saya, nti saya ajak ke belakang rumah yang banyak pohon singkong.

    Comment by laporan — July 18, 2008 @ 5:41 am

  33. Gravatar Image

    Alhamdulillah jalan menuju rumahku masih banyak hijau2 nya :)

    Comment by Mas Koko — July 18, 2008 @ 7:20 am

  34. Gravatar Image

    rumah gue dah kek jualan pohon buanyaaak banget pepohonan eh jualan pohon apa kek hutan ya??? hihihihi

    Comment by dahlia — July 18, 2008 @ 8:06 am

  35. Gravatar Image

    @mozamal: ikut apa?
    @pengangguran: mudah2an deh..
    @mas koko, dahlia, ersis, laporan, sinyopoh, moda&artix: :)
    @iyakhanu: iya bener…
    @angga: duh… bisa tambah parah aja tuh banjirnya…
    @Daniel: :(

    Comment by ekaqren — July 18, 2008 @ 9:50 am

  36. Gravatar Image

    mungkin mereka masih anak singkong mbak hehehe

    Comment by L 34 H — July 18, 2008 @ 10:58 am

  37. Gravatar Image

    kasihan kalau pohonnya di tebang semua… apa kata anak cucu kita nanti kalau melihat kenyataan yang seperti ini?

    Comment by ick — July 18, 2008 @ 1:47 pm

  38. Gravatar Image

    makanya ke bandung aja… :D

    Comment by cantigi — July 18, 2008 @ 2:23 pm

  39. Gravatar Image

    dharto belum bikin entry tentang topik ini neehhh…. :(
    btw, mana hape barunya lagi… ???

    Comment by dHarto..!! — July 18, 2008 @ 3:46 pm

  40. Gravatar Image

    @mereka pasti akan menangis..karena nggak ada lagi kehijauan…
    @cantiqi: iyah… bandung suejukk
    @dharto: bikin duong tho… HP??HP apah?

    Comment by ekaqren — July 18, 2008 @ 3:56 pm

  41. Gravatar Image

    betulll banget.. klo aku liat dari kantor sini trus ngeliat ke arah sudirman.. udara di sekitar sudirman berkabut tapi bukan kabut yg kya di puncak tapi kabut asap.. :( gak kebayang 20 tahun lg kya apa..

    Comment by haries — July 18, 2008 @ 4:06 pm

  42. Gravatar Image

    go go go go green! udara sehat kalo banyak taneman…

    Comment by ayaelectro — July 18, 2008 @ 4:12 pm

  43. Gravatar Image

    wawawah… gak nyangka di iler bisa bikin artikel kayak gini. wuiihhhh~~~~

    btw it’s bener banget, kadang developer sekarang kurang banget perhatiin AMDAL ( Analisis Dampak Linkungan ), jadi kalo mereka buat proyek tinggal tancep tancep ajah.

    kurang perhatiin dampak linkungan akhirnya jakarta jadi tambah panas weleh weleh ….

    dan si iler bener banget … harusnya setiap developer perhatiin poin-poiin solusi di blog ini :

    Memperhitungkan keadaan lingkungan sekitarnya sebelum membangun, hitung tingkat kebutuhan akan udara bersih, seberapa banyak pohon yang ada disana… bla bla bla

    khan kalo mereka lebih perhatiin lingkungan, Jakarta bisa jadi lebih ademmm… btw … ilerr… it’s greatttt

    Comment by Ano — July 18, 2008 @ 5:20 pm

  44. Gravatar Image

    wagh..kebun singkong ku kw apain ka ??
    :(

    Comment by okta sihotang — July 18, 2008 @ 8:38 pm

  45. Gravatar Image

    Salam kenal, thanks udah kasi komen ke blog-ku
    Inilah Indonesia negeri-ku, lahan yang hijau diubah jadi lahan beton, lahan yang tandus dibiarkan tetap tandus, hutan rimba jadi entah kemana rimba-nya……. :(

    Comment by D2 — July 19, 2008 @ 9:06 am

  46. Gravatar Image

    emm….Bandung heurin ku tangtung (sudah sangat padat). Bukit-bukit dibabat untuk villa dan rumah-rumah mewah. Sepertinya para pengembang dan pemberi ijin kurang peduli akan keselamatan lingkungan.

    Comment by gajahkurus — July 19, 2008 @ 9:25 am

  47. Gravatar Image

    Mungkin sebaiknya developer itu main Sims City dlu kali ya.. hhe. Btw, saya tinggal di Jakarta tapi deket ma taman kota, yg banyak pohonnya, jadi udaranya lumayan berkualiatas lah. Hhe.. narsis.

    Comment by tamie — July 19, 2008 @ 10:17 am

  48. Gravatar Image

    Deket rumah saya ada lahan kebun kangkung yang sangat luas dan bisa diandalkan buat jadi daerah resapan di kala hujan. Sekarang (udah 2 minggu ini) si brengsek Gading Orchard anak perusahaan Summarecon menuai tentakel2 bisnisnya dengan menguruk tanah tersebut. Entah mau dibuat apaan.

    Comment by utchanovsky — July 19, 2008 @ 12:35 pm

  49. Gravatar Image

    mbak tetanggaan lho, aku depannya UIN mbak eka dimana.

    Comment by fitri — July 19, 2008 @ 6:47 pm

  50. Gravatar Image

    itu daun singkongnya seger bgt yak??
    slurpppp…

    Comment by blue — July 19, 2008 @ 10:13 pm

  51. Gravatar Image

    daerah di jkt banyak banget yang dinamai berdasarkan nama pohon/tanaman, tapi kenyataannya kini tinggal kenangan cuma dihiasi pohon beton. daerah resapan air udah semakin menyempit krn pembangunan kota yg asal, ini juga sepertinya yg bikin bencana bajir setiap tahunnya makin parah. halah tapi itu teorinya saya saja, buktinya sampai sekarang saya gak berbuat apa2 utk membuat alam dan lingkungan lebih baik

    Comment by nita — July 20, 2008 @ 10:59 pm

  52. Gravatar Image

    he..he…
    sama tuh di daerahku
    daerahku masih masuk kodya Jogja tapi berbatasan langsung dengan Kab. Bantul (maklum kota Jogja cuma segede upil) Nah waktu kecil dulu masih banyak sawah, kalo suntuk tinggal jalan-jalan aja ke sana sambil menikmati aliran parit kecil yang seger, tapi sekarang perumahan di mana², fiuhh….panas deh jadinya

    Salam kenal ya :)
    ps: Selamat ya dah dapet Jam tangan :)

    Comment by Joko — July 21, 2008 @ 9:31 am

  53. Gravatar Image

    @haries: 20 tahun lagi?? jangan2 10 tahun aja udah habis tanah hijau…
    @gajahkurus,ayaelectro: yup bener…
    @Ano: bang anoooo… pliss jangan bawa2 iler… :D
    @okta: maksudnya??
    @tamie: tapi sims city kan virtual
    @utcha: wah2…musti waspada tuh…
    @fitri: aku di rempoa
    @nita: mungkin lama2 ada nama jalan Beton kali yaa…
    @joko: trims yah… anak ACS yah? :D

    Comment by ekaqren — July 21, 2008 @ 1:28 pm

  54. Gravatar Image

    Sebagai gambaran awal, pas masih ada rawa2 aja banjir udah nyentuk lutut. Gimana entar kalo udah jadi bangunannya.

    Denger2 summarecon (masih ngomongin dia) biang kerok terjadinya banjir di seputar jakarta (terutama wilayah kelapa gading). Huh!

    Comment by utchanovsky — July 21, 2008 @ 11:42 pm

  55. Gravatar Image

    di belakang rumah ridu masih ada kebon singkong lho..

    Comment by ridu — July 22, 2008 @ 6:57 am

  56. Gravatar Image

    Photonya keren, bikin ngiler

    Comment by Wempi — July 22, 2008 @ 8:37 am

  57. Gravatar Image

    bansa Maya adalah bangsa yang pada awal-awal berkembang. Kotanya besar dan teratur, penduduknya banyak, konon untuk menghidupi mereka, para petani telah menerapkan intensifikasi, apa ndak hebat tuh. Katanya salah satu kemungkinan mereka lenyap karena tanah mereka tidak bisa lagi ditingkatkan hasilnya, bahkan menurun karena unsur haranya habis..apa ndak bahaya tuh…. nulis dong tentang ini…..

    Comment by f heris — July 26, 2008 @ 12:42 pm

  58. Gravatar Image

    @utchanovsky: iya.. bisa2 jadi kolam semua nih…
    @ridu: wah asyik dong du… kapan2 bakar singkong rame2 kyknya seru tuh…
    @wempi: ????
    @fherisL wah nnulis tentang bangsa maya? hmmm….

    Comment by ekaqren — July 28, 2008 @ 1:26 pm

  59. Gravatar Image

    Iya, bener… Tadinya ane dah ngerasa tinggal di kampung halaman soalnya gak punya kampung lagi, jadi berkurang deh perasaan itu. Mudah2an masih banyak orang2 yang tetap melestarikan kebun mereka untuk menjaga kesejukan sekitar…

    Comment by Annie — August 20, 2008 @ 12:16 pm

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>


Blog ini dipersembahkan oleh Blogsome dan dimodifikasi oleh pemiliknya