Climate Security - Cuaca
July 9, 2008
Temen-temen ngerasa nggak kalo cuaca di indonesia udah mulai aneh?
Mnurutku iya dan memang aneh, dulu yang namanya musim hujan itu boleh dikatakan hanya terjadi dibulan-bulan tertentu, tapi sekarang, hujan bisa terjadi kapanpun. Dan anehnya lagi kadang bisa satu minggu penuh kemarau, dan kita dengan PDnya nggak mbawa peralatan tempur untuk hujan, eh tau2 hujan seharian.
Entah kenapa cuaca bisa jadi begini. dampaknya banyak sekali yang sakit. Aku aja kemarenan sempet flue berat aneh banget biasanya aku itu flue palingan 1 hari aja yang parah, eh kemaren ini ampe dua hari.
serem banget kalo ngebayangin kejadian2 alam yang gak bisa diduga. Apa ini karena tingkat kepedulian kita pada lingkungan yang kurang, makanya jadi begini?

Yang aku sorotin di Indonesia tuh tentang sampah, yah sampah… ini bukan barang baru yang selslu menjadi masalah di negri kita tercinta ini malahan aku sempet denger beberapa waktu lalu ada berita kalo di Bandung terjadi longsor, dan anehnya kalo dulu kita itu longsor karena tanah yang berjatuhan, tapi sekarang longsor sampah, sampai segitunya sampah di sana, bagaimana dengan tempat lain? apalagi jakarta yang ramai akan penduduk.
Sempet kepikiran juga sama pemerintah, kebanyakan mereka hanya memperhatikan hal2 besar tapi nggak merhatiin hal kecil. Sempet denger juga sih kalo pemerintah membuat program pemisahaan sampah kering dan basah, tapi mana?akhirnya menguap. kalo nggak diatur kayaknya program itu susah jalannya.
Maksudku diatur tuh gini…
- Buat peraturan yang ketat tentang pembuangan sampah.
- Sediakan polisi khusus yang mengawasi penerapan peraturan tersebut. (mis. kalau ada yang ketahuan membuang sampah sembarangan langsung hukum ditempat n jangan UUD-Ujung2nya Duit).
- Benar2 dibangun infrastruktur untuk menangani sampah. misalkan membuatkan TPA(Tempat pembuangan akhrt) yang ada pemisahan antara sampah kering dan kotor, nantinya sampah kering bisa dipilah2 lagi untuk kemudian didaur ulang dan dibuat sesuatu yang lebih bermanfaat. Dan sampah basah juga bisa digunakan untuk pembuatan pupuk.
- Sediakan lembaga khusus yang menangani sampah, dan kalau perlu gaji para karyawannya harus lebih besar dari pegawai lainnya(lembaga lain) untuk concern mengurusi sampah.
- Sosialisasikan program ini seluas-luasnya, dan jangan pernah dihentikan, karena masalah sampah adalah masalah serius.
- Bisa juga menyelipkan di kurikulum sekolah tentang mengolah sampah, dari dulu saya sekolah palingan cuma ditulis “jangan buang sampah sembarangan” tapi nda pernah diajarkan nilai2 yang terkandung dari perkataan tersebut dengan detail.
Mungkin masih banyak lagi yang bisa dilakukan dengan sampah, tapi mungkin kitanya yang belum menyadari, sekalipun saya sendiri. Nih barusan searching di google gambar tempat samapah… Mungkin kalo disetiap rumah dikasih tempat sampah kayak gini dan udah di buatin lembaga sampahnya, mungkin bahaya sampah bisa teratasi sedikit demi sedikit.

Perubahan cuaca yang tidak menentu ini juga bisa disebabkan oleh makin banyaknya polusi yang ada, hampir semua keluarga memiliki kendaraan, dan tak sedikit yang mengeluarkan asap2 tebal bila dijalan.

Memang pemerintah telah mencanangkan untuk merubah bahan bakar, dari mulai penghapusan minyak tanah (yang ujung2nya banyak demo dan protes), tapi akhirnya sekarang malah ada masalah baru lagi karena harga minyak dunia naik, dan akhirnya lagi-lagi kaum bawahlah yang tertindas. Mungkin mulai sekarang kita harus memulai dari diri sendiri, yang biasa menggunakan mobil sendirian untuk pergi kekantor, ada baiknya untuk mengumpulkan beberapa teman yang berdekatan untuk berangkat bersama kekantornya, dan juga menggunakan transportasi umum yang banyak tersedia.
Pemerintah udah membuat Bus Way, itu ide yang bagus, dan kalo memang penyebarannya bisa merata tidak menutup kemungkinan kalau pengguna mobil akan beralih ke Bus Way.

Intinya sih, singkirkan sedikit gengsi kita demi dunia kita. Kita kan udah dikasih hidup enak sama tuhan, kenapa harus disia-sia kan.
Semoga sedikit tulisanku ini dapat menggugah hati teman2 semua…
NB. Ikutan blogging comppetition periode 3 yuk… klik link ini http://bcnow60.org/blogging-competition








iya bener.. bis itu juga harusnya dirawat.. klo sampe ngebul en item asepnya bisa membahayakan alat pernapasan. bukannya ktanya ada tes emisi ya dari pemerintah. itu jalan gak sih ?
Comment by haries — July 9, 2008 @ 3:08 pm
Setujuu mbak.. hidup jgn disia-siakan..:D
Comment by aliefte — July 9, 2008 @ 3:13 pm
@haries: gak tau deh mas…bingung juga kalo mokirin peraturan2 yang emang dibuat tapi angot2an ngelaksanainnya
@aliefte: hu uh bener..
Comment by ekaqren — July 9, 2008 @ 3:30 pm
Bagaimana jika mikirin perut dulu, baru iklim
Comment by laporan — July 10, 2008 @ 5:11 am
iye… cuaca emang aneh bgt skrg ni… ktnya kemaro kok ujan sampe banjir… ktnya hujan, kok garing… yg tadinya musim mangga dateng pas musim hujan, eh skrg udah banyak mangga di mana2…
*kok jadi ngomongin mangga yah…?*
Comment by carra — July 10, 2008 @ 10:53 am
wah, skrg Ndutz gak prnh buang sampah sembarangan kok Non. Uda tobat ^^
Comment by AngelNdutz — July 10, 2008 @ 11:07 am
mestinya angkot2 yang berbahan bakar solar dan mengeluarkan asap hitam itu mulai dilarang atau dikurangi keberadaannya karena sangat mengganggu kesehatan dan memperparah pemanasan global…
Comment by ghozan — July 10, 2008 @ 11:09 am
@laporan: kalo mau mikirin perut yaa mau nggak mau musti bisa mikirin iklim, gimana kalau tiba2 iklim kita rusak?kan ujung2nya perut kita susah dapetin makanan…


@carra: kyknya enak makan mangga… apalagi kalo dibuat asinan
@Ndutz: sep…tularkan kebiasaannya sama yang lain yaa..
@ghozan: jangan cuma angkot ajah kalo bisa yang lain juga…
Comment by ekaqren — July 10, 2008 @ 1:26 pm
yup, bener ‘ka mulailah dari diri sendiri, lakukan apa yg terbaik bagi diri qt, lingkungan. mulailah dari hal terkceil, efisiensi dlm aktifitas, dan kreatif dalam bekerja ..
Comment by atrix — July 10, 2008 @ 1:59 pm
kalo gak, mending naik sepeda aja, kayak di cina… hihi
selain gak ada polusi, juga bisa menyehatkan badan lhoo… hehe
Comment by Amrul — July 10, 2008 @ 6:09 pm
Setuju.. Mulai dari diri kita sendiri..
Think Globally, Act Locally
Comment by taliguci — July 10, 2008 @ 6:31 pm
itulah bangsa kita, ngelola sampah RT juga ga mampu, pa lagi sampah nuklir.
Comment by ubadbmarko — July 10, 2008 @ 7:29 pm
Eh produsen Co di jalanan terbesar adalah orang-orang yg berduit, kebanyakkan mobil-mobil pribadi, baru angkutan umum. Serahusnya mereka pemilik mobil pribadi yang membayar kerusakan iklim.
Comment by laporan — July 10, 2008 @ 8:23 pm
wagh..sepertinya ku dah pernah degh naik busway diterminal itu..ck..ck..ck..
Comment by okta sihotang — July 10, 2008 @ 9:00 pm
udah lama kok mbak eka perubahan cuaca itu terjadi. lagian, pemerintah kan sibuk ngurusi politik, hal2 yang menjadi biang penyebab perubahan cuaca dan iklim, mana sempat ngurusi, haks …,
Comment by sawali tuhusetya — July 11, 2008 @ 12:26 am
salam kenal ya dari blogger super newbie dan stupid.
numpang memelas ya:
tolong temen2 yang baca kasi saran wat aku supaya blog bisa ada yang baca dan memberikan comment.
tolong ksi saran wat aku supaya banyak yang ngelink ke aku.
tolong tolong tolong ada yang mau bernagi saling link linkan ma aku ga, kalo ada ksi comment aja di blog aku ato YM an ma aku.
makasi buat ekaqren yang mau menampung comment dari aeroboys.
Comment by aeroboys — July 11, 2008 @ 2:56 am
Yah itu semua karena kita, makanya kitalah yang harus merubahnya..
mulailah dari diri sendiri dari hal kecil. Misalnya memilah sampah organik dan non organik.
Sampah organik bisa ditampung di rumah saja. Lumayan buat pupuk. Selama ini saya dapat pupuk gratis dari sampah ini..
salam
Comment by made eka — July 11, 2008 @ 4:13 am
jadi inget iklan di tipi yang perubahan kecil ituh
yang tiap 1 orang mungut 1 sampah.. maka apa yangh terjadi jika setiap orang melakukannya ^^ hehehehhee
Comment by Nisa — July 11, 2008 @ 6:01 am
@made eka, nisa, atrix,laporan,taliquci&ubadmarko: yup…bener banget
@amrul: enak sih naik sepeda… seru…
@oktasitohang: apa jangan2 didalemnya ada sampeyan?
@sawali: iya nih.. gimana caranya biar pada aware yah?
@aeroboys: sampe sekarang aku juga masih bingung biar dapet visitor banyak gimana?:D yang jelas rajin2 blog walking ajah… trus tinggalin comment…
Comment by ekaqren — July 11, 2008 @ 9:09 am
emang seharusnya mulai dari diri kita dulu, membiasakan diri agar tidak membuang sampah sembarangan dan sebisa mungkin menjaga lingkungan sekitar
Comment by Harry — July 11, 2008 @ 9:42 am
Yang seharusnya paling concern, ketersediaan air bersih, udara bersih, sampah….
Disini pengelolaan sampahnya bagus banget.
Comment by Raffaell — July 11, 2008 @ 4:25 pm
Wahh..tempat sampah yang ijo itu lucu juga tuch…hehhe
Comment by aie — July 14, 2008 @ 12:46 pm
yups..cuaca di indonesia skrg unpredictable..semoga kita semua bisa menjadi manusia yg lebih baik..amin
Comment by Febra — July 14, 2008 @ 3:41 pm
wakakakaka..kebetulan lagi OL
Comment by Febra — July 14, 2008 @ 3:48 pm
Masalah sampah menurut saya lebih kepada kesadaran dan sanksi moral untuk mengatasinya. Kalau mengerahkan polisi khusus untuk mengawasi orang-orang yang membuang sampah tentunya biayanya akan jauh lebih besar dibanding manfaatnya. Dalam hal ini, ketika semua masyarakat menanamkan keyakinan bahwa membuang sampah sembarangan itu adalah suatu aib, hal itu cukup menghukum si pembuang sampah secara moral.
Bagi pemerintah sendiri, sesekali harus tegas menegakkan aturan yang dibuatnya sendiri. Jangan sampai peraturan dibuat tapi tidak pernah dijalankan sama sekali. Sesekali mesti diberikan efek jera kepada para pembuang sampah yang melanggar aturan dengan mengenakan denda yang besar kepadanya. Akibatnya, masyarakat lain yang mengetahui hal itu tentunya akan takut untuk meniru perbuatan itu.
Terlepas daripada hal itu, masalah cuaca sebenarnya adalah masalah yang kompleks. Diperlukan komitmen semua negara di dunia untuk mengatasinya. Tidak cukup hanya Indonesia ataupun negara berkembang saja yang dituding sebagai penyebab pemanasan global. Sementara negara-negara maju dengan seenak perutnya terus menerus memproduksi barang-barang yang menghasilkan pencemaran lingkungan berat. Memang sangat kompleks dan tentunya sangat rumit.
Comment by Rafki RS — July 14, 2008 @ 6:29 pm
Di majalengka teteup aja angin nya ngagelebug mbak..
Lagi pulang kampung nie mbak he he he….
Comment by aNGga Labyrinth™ — July 14, 2008 @ 7:05 pm
komen no 25, panjang banget T_T
Comment by diorockout — July 14, 2008 @ 10:09 pm
OOT:
antownholicontest#3 sudah diumumkan, silakan mampir ke blog saya untuk mengetahui informasi lebih lanjut.
Makasih…
Comment by antown — July 15, 2008 @ 2:14 am
@harry, raffael: setuuujuuuu…
@aie: wayyah….
@febra: amiiin
@rafki: tapi alangkah baiknya kao kita mulai dari diri kita sendiri dulu
@angga: yup… kalo di kampung memang masih seger….
@diorockout: hehehe… tapi bagus lho…
@antown: aku gak menang… hiks
Comment by ekaqren — July 16, 2008 @ 8:31 am
Kayaknya point-point di atas pantas disodorkan pada yang punya negara, Mbak Eka…
Comment by Daniel Mahendra — July 17, 2008 @ 4:16 pm
bener deh daku salut
Sayangi alam kita
Comment by achoey — July 18, 2008 @ 4:39 pm
bener skali tuh mari kita jaga lingkungan kita, slam kenal
Comment by yadi — July 19, 2008 @ 1:27 pm
bagus2 bgt nih tipsnyah….
duh ane ga sempet ikutan kompetisi ini lg hikss…
Comment by theloebizz — July 20, 2008 @ 6:37 am
Perasaan dah pernah komen deh disini
Comment by Ersis Warmansyah Abbas — July 20, 2008 @ 10:26 pm
@daniel: mudah2an yg punya negara mau mampir ke blog ku

@achoey:
@yadi: salam kenal juga…
@theloebizz: ikut ajah..masih bisa kok..
@ersis: iyah…
Comment by ekaqren — July 21, 2008 @ 1:30 pm
Duh,mo kasiy komen yang cupu, mohon jangan diketawain. Masalah sampah di Indo menurut saya siy lebih terkait masalah sistem dan tentu saja konsistensi. Misalnya tentang milah sampah. Ga mudah loh membiasakan orang memisahkan sampah kering dan sampah basah. Saya aja kadang-kadang nyampur karena ga niat, padahal plastik sampah organik ada di depan mata saya. Jepang aja butuh puluhan tahun untuk membuat masyarakatnya tertib dalam memilah sampah. Nah kalo kita menggalakkan program pemisahan sampah tapi cuma seumur jagung dan ga konsisten, ya lama-lama balek lagi sampah dicampur aduk, abisnya kan gampang dan lebih praktis. Masalah sampah ga cukup sampai di pemilahannya aja. Andaikata kita mau memilah sampah, misalnya, sampah plastiknya mo kita kemanain? Sampah kertasnya mo diapain? Apa kita udah punya elemen2 yang siap mo menangani sampah-sampah ini ya? Kalo ga punya ya ujung2nya dicampur semua lage. Kita buang sampah jadi makin suka-suka aja, ga ada yang negor apalagi nilang. TPA jadi open dumping. Masalah lage..Duh.. mumet sayah.
makasih udah berkunjung.
Saya setuju tentang penggunaan transportasi umum untu mengurangi polusi. Tapi ya itu, kalo fasilitas transportasinya ga nyaman dan aman, ya saya milih pakei mobil pribadi dooong.. (*tapi saya ga punya mobil kok).
Salam kenal yaa..
Comment by Cynthinks — July 25, 2008 @ 9:25 pm
Setuju. Harus dimulai dari yang paling kecil dulu, dari diri sendiri… klo gak begitu, dunia ga akan beres…
Comment by Mom Baby Vay — July 26, 2008 @ 1:22 pm
@Cynthinks: wah komennya gak cupu kok….
@mom baby vay: yupp….
Comment by ekaqren — July 28, 2008 @ 1:23 pm
setuju2 apa lagi kl manusia itu dah pernah mikirin alam sekitar, tar yang ada pada saat musim ujan banjir dimana-mana sama kaya jakarta..heheh
n sekarang malah ada pemanasan global, itu akibat karena manusia hanya memikirkan dirinya masing-masing…
Comment by ricky — August 5, 2008 @ 5:15 pm